Tanggal 11 Oktober dua minggu lalu warga kompleks tempatku tinggal merayakan Halal Bi Halal bersama. Diantara acaranya, aku diminta memberikan sambutan. Biasa, sebagai ketua kompleks yang baik aku tak pernah menolak. Selain basa basi maaf memaafkan sesama teman, di sambutanku kuingatkan juga ada dua orang teman yang ulang tahun. Pak Nursanyoto, dua hari lalu berulang tahun ke 79. Artinya, dia sekarang sedang memasuki usia 80 tahun, Suatu usia yang cukup tua untuk ukuran orang sekarang. Alhamdulillah, teman seniorku jalan pagi ini sehat walafiat, masih. Rajin jalan kaki pagi, rajin tertawa terbahak2 bila diantara teman ada yang menceritakan lelucon atau meleluconi dia. Dalam sambutanku, aku sebutkan : bapak sekarang sedang memasuki usia ke 90! Warga kaget, tapi sebelum ada yang nanya kukatakan : kalau kita sudah meliwati usia 79, biasanya orang akan langsung digulung oleh usia 90. Dan tanpa terasa mereka yang beruntung akan segera sampai ke usia itu. Semua senyum dengar penjelasan ku itu.
Teman satu lagi, Pak Sujati bersama Ibu , beberapa hari yang lalu merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke 53. Hebat, limapuluh tiga tahun berumah tangga. Ini jadi tantangan bagi semua warga, apakah kita bisa mencapai usia pernikahan sehebat itu. Walaupn usia keduanya diatas tujuhpuluh, mereka masih OK. Kalau sakit sana sini sedikit, biasalah. Apalagi pak Jati sudah nyimpan satu Kijang didadanya (dulu ongkos operasi jantung cuma seharga 1Kijang).
Yang penting, teman2 yang kusebutkan itu sehat2 semua. Tiap pagi kami jalani rame2 keliling kampung sekitar kompleks , sambil bercanda. Sebelumnya, sambil nunggu teman ngumpul ngobrol dulu, kadang2 sambil ngemil dan ketawa2. Selalu ada saja yang di bahas tiap pagi. Kadang2 yang dulu sudah pernah di bicarakan , di bumbu2i lagi . Jadi bahan ketawa yang baru !.
Kebetulan minggu lalu dokter Johny Sulistyo, dokter perusahaan sahabatku, mengucapkan Selamat Lebaran via tilpon. Dari pembicaraan singkat itu , ada yang sempat saya catat. Dia menjelaskan : Pak Jos, orang tua hanya perlu lima hal untuk sehat. Pertama : Puasa, seperti bulan Ramadhan kemarin di hari biasa, manfaatnya banyak banget. Kedua : Banyak bergerak , cukup dengan banyak jalan2 saja. Ketiga : Banyak tidur, jika banyak jalan bisa nyenyak tidur juga. Keempat : Banyak ketawa. Kelima : Pelihara hubungan pertemanan, atau bikin network.
Saya rasa dia benar sekali. Hanya lima hal sederhana ituyang perlu kita lakukan agar sehat.
Pak dokter juga membahas segi kesehatan puasa panjang lebar, ditunjang segi rohaniah disana sini. Hampir saja dia saya minta menggantikan ustad untuk ceramah Halal bi Halal di mesjid tetangga minggu depan. Sebagai seorang umat Kristiani yang baik, dia cuma senyum.
Jumat, 24 Oktober 2008
Selasa, 15 April 2008
Haruskah pajak jadi beban semata?
Tanggal 31 Maret adalah hari terakhir dokumen pajak harus di serahkan di kantor pajak setelah sebelumnya di lunasi pembayaran sejumlah tertentu . Bagi kita yang sudah pensiun, mengurus hal ini setiap awal tahun jadi masaalah. Bagaimana mengisinya, berapa besaran yang harus dibayar lagi, apakah saya masih harus bayar sekarang setelah penghasilan tetap tidak ada lagi? Saya selama ini mengatasinya dengan cara mudah : minta tolong kepada teman di kantor lama yang biasa menguruskan pajak dulu. Ini bertahun2 saya lakukan, sampai bulan Mart kemarin. Teman yang saya selalu mintakan bantuannya tidak bisa bantu lagi, karena suatu hal. Jadi, saya harus urus sendiri. Berbekal arsip tahun2 lalu saya mulai mengisi formulir Spt, yang sudah sejak bebarapa bulan diterima dari kantor pajak. Coba isi dari nomor 1 dilembar pertama sampai ke nomor sekian dilembar terakhir. Pusing. Coba lagi, pakai contoh pengisian tahun lalu: agak lancar, tapi angka yang harus dibayar gede banget. Tidak logis. Setelah beberapa kali, akhirnya saya menyerah. Karena hampir kepepet, besoknya pagi2 sekali saya datangi kantor pajak . Eeeh, dalam waktu kurang dari satu jam saja semua jadi lebih jelas. Sekarang rupanya di tiap kantor pajak ada seorang petugas yang bertanggung jawab atas daerah tertentu : semacam Account Excecutive. Beliau ini yang memberi tuntunan bagaimana mengisi kolom demi kolom, baris demi baris. Karena istri saya juga pensiunan yang masih praktek swasta, dia juga mencarikan detail mengenai besaran 'norma' utk penghasilan kotor pekerjaan itu. Keesokan harinya, saya sudah bisa bayar langsung pajak terhutang 'kekurangan bayar' tahun lalu dan cicilan tahun ini, dan setelah antri beberapawaktu kemudian , Spt tahunan selesai diserahkan. Kantor pajak sekarang perlu diacungi jempol, karena sudah memberikan servis yang baik bagi pembayar pajak.
Tinggal lagi satu hal : bagaimana agar pajak tidak lagi menjadi beban semata! Mungkin jumlah pembayar pajak perorangan akan dengan mudah bisa ditingkatkan jika mereka di anggap sebagai warga negara yang membantu meningkatkan kemakmuran bersama. Pajak yang mereka bayar adalah salah satu bentuk iuran menggalang dana secara nasional. Sebagai imbalan di saat mereka tidak produktif lagi, karena pensiun atau mencapai umur tertentu, mereka juga diberi hak mendapatkan kembali sebagian kecil dari manfaat dana tersebut, berupa wang tunai. Apakah namanya social security atau uang pensiun lansia, akan mereka terima jika mereka punya NPWP. Kalau begini, saya yakin semua orang akan dengan senang hati mengurus NPWP dan membayar pajak . Pajak tidak lagi jadi beban semata. Semoga.
Tinggal lagi satu hal : bagaimana agar pajak tidak lagi menjadi beban semata! Mungkin jumlah pembayar pajak perorangan akan dengan mudah bisa ditingkatkan jika mereka di anggap sebagai warga negara yang membantu meningkatkan kemakmuran bersama. Pajak yang mereka bayar adalah salah satu bentuk iuran menggalang dana secara nasional. Sebagai imbalan di saat mereka tidak produktif lagi, karena pensiun atau mencapai umur tertentu, mereka juga diberi hak mendapatkan kembali sebagian kecil dari manfaat dana tersebut, berupa wang tunai. Apakah namanya social security atau uang pensiun lansia, akan mereka terima jika mereka punya NPWP. Kalau begini, saya yakin semua orang akan dengan senang hati mengurus NPWP dan membayar pajak . Pajak tidak lagi jadi beban semata. Semoga.
Rabu, 19 Maret 2008
Perkenalkan : Para 50s, Ini Rumah anda !
Didunia serba IT sekarang ini kita yang tua-tua merasa tersisih. Gaptek, gagap teknologi adalah cap yang lazim diberikan. Beberapa diantara kita yang masih berurusan dengan kantor lama, atau sesama pensiunan, mungkin masih sering sms pake hape, atau sesekali ber email kekantor lama . Dunia baru website, bloggesfer rasanya masih sesuatu yang agak mengerikan untuk di masuki. Bukan takut apa2, hanya rasa kawatir kalau2 salah pencet , salah klik atau salah drag .
Setelah melihat2 di blog seorang Budi Putra yang sempat saya sms diawal tahun, saya terinspirasi untuk mencoba membuat blog. Yang bisa dijadikan rumah bagi para usia 50 tahunan, untuk berbagi pengalaman, cerita atau buah pikiran. Anggap saja Home450s ini sebagai tempat minum teh di pagi atau sore hari. Bagi blogger muda , ini mungkin tidak menarik. Tapi anda bisa memberi tahu ayah, ibu, paman, tante atau tetangga tua anda yang gaptek2 dikit untuk bergabung disini.
Membantu mereka untuk berani juga mengharungi dunia maya yang sangat inspiratif ini, bersama-sama teman se 'angkatan'. Membantu memperluas cakrawala mereka!
Setelah melihat2 di blog seorang Budi Putra yang sempat saya sms diawal tahun, saya terinspirasi untuk mencoba membuat blog. Yang bisa dijadikan rumah bagi para usia 50 tahunan, untuk berbagi pengalaman, cerita atau buah pikiran. Anggap saja Home450s ini sebagai tempat minum teh di pagi atau sore hari. Bagi blogger muda , ini mungkin tidak menarik. Tapi anda bisa memberi tahu ayah, ibu, paman, tante atau tetangga tua anda yang gaptek2 dikit untuk bergabung disini.
Membantu mereka untuk berani juga mengharungi dunia maya yang sangat inspiratif ini, bersama-sama teman se 'angkatan'. Membantu memperluas cakrawala mereka!
Langganan:
Postingan (Atom)